Pastikan Pilih Pasangan dengan Benar Disaat Lamaran Sebelum Menyesal Kemudian

Gusah-gusuh (terburu-buru)merupakan perbuatan syetan. Jadi sebuah tindakan yang dianggap tepat sekaligus benar harus lahir dari kepala yang dingin, dan perasaan stabil. Tujuanya supaya apa yang di kerjakan sesuai dengan yang di inginkan bisa di gapai dengan di inginkan. Terutama perihal menentukan pasangan hidup, karena pasangan hidup akan dijadikan sandaran selamanya jika bisa.

Oleh sebab itu Islam telah mengajarkan pada kita untuk selalu waspada dan hati-hati dalam urusan memilih pasangan. Kapan waktu yang tepat menurut islam untuk lamaran ( Meminang). Sebelum itu kita pahami duku apa itu lamaran? lamaran adalah langkah awal dari pintu kehidupan baru yang akan dijalani kedepan. Oleh sebab itu jangan sampai kita salah membuka pintu, carilah pintu yang benar.

Tentukan pilihan kalian dengan benar dan sangat telitih seperti memilih selera makan yang sesuai dengan lidah masing-masing. yang suka asin cari yang asin jangang yang manis, jika suka yang kecut ya jangan pilih yang pahit, pastikan benar-benar dengan pilihan yang sesuai dengan selera supaya tidak menyesal kemudian.

Tuhan saja membolehkan untuk terlebih dahulu mengatahui dengan detil seluruh anggota tubuhnya untuk dieperhatikan, baik sifat maupun fisiknya. Karena maraknya wanita buatan yang kadang bisa menyebak seorang gagal nikah, karena terjebak pada paras saja.

Sebagaimana Allah berfirman :

“ Dan tidak ada dosa bagi kalian meminang wanita-wanita itu dengan sendirian atau kalian menyembunyikan (Keinginan menikahi mereka) dalam hati kalian, Allah mengatahui kalian akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kalian mengadakan janji-janji nikah dengan perkataan yang ma’ruf.” Dan janganlah kalian ber’adzam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian. Maka takutlah kepada-Nya.” (Al-Baqarah: 235)

Yuk simak berapa hal yang harus diperhatikan supaya tidak gagal memilih disaat lamaran :

Pertama, Kenali sifat calon istri dan suami. Calon wanita dan suami yang akan dinikahi ia harus mempunyai sifat yang baik hati, penuh kasih sayang dan kepedulian pada calon suami. Karena sifat itu tujuanya tidak lain sebagai pelengkap keluarga. Kesetian yang di iringi dengan kasih sayang adalah bisa terhindar dari perselingkuhan.

Dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim serta yang lainya, dari Jabir disebutkan ; bahwa Nabi pernah bertanya kepadanya : “Wahai Jabir dengan gadis atau janda kamu menikah? Dengan janda, jawab Jabir. Maka beliau berkata : Alangkah baiknya jika engkau menikah dengan gadis sehingga engkau bisa bermain-main denganya dan ia bisa bermain-main denganmu.” (HR.Imam Al-Bukhari, Imam Muslim)

Ditegaskan oleh Abdullah bin Amr, ia berkata ; rasulullah bersabda :

“ sesungguhnya dunia ini keindahan dan tidak ada keindahan di dunia ini yang lebih baik daripada seorang wanita shalihah.” (HR. Ibnu Majah). Sedangkan dari jabir juga Nabi bersabda : “ sesungguhnya seorang wanita itu dinikahi karena agama, harta, dan kecantikannya. Untuk itu, nikahilah wanita yang taat beragama, niscaya kamu akan bahagia.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

Kedua, Melihat wanita yang hendak dilamar. Seorang suami yang hendak melamar wanita hendaknya lebih detil memperhatikan calon pasanganya, semisal perhatikan ukuran BH, tinggi, dan cara berjalanya sesuai dengan selerah. Kecuali pada daerah yang diharamkan, itu yang sensitif.

Semua ulama’ sependapat dengan dalil pada hadits : “ Diperbolehkan bagi seorang laki-laki melihat wanita yang hendak dilamarnya pada bagian yang tidak diharamkan.” Demikian yang di kemukakan oleh  imam At-Tirmidzi.

Tapi riwayat ini tidak boleh main-main yang kemudian dijadikan kesempatan bagi kita untuk mempermainkan perasaan wanita lain, dengan dalil ini pacaran yang sudah di syariatkan oleh kementrian agama.