Menyambut Bulan Ramadhan, Jadikan Anak semakin Kreatif dan Imajinatif

puasa puasa

Sebentar lagi kita ummat muslim akan kedatangan bulan suci. Layaknya sebuah kedatangan yang istimewa harus ada penyambutan yang indah dan perayaan hati yang gembira. Seperti menyambut pasangan yang sedang LDR. Rinduh tak tertahankan, dan tubuh harus tampil prima dan sempurna.

Bulan suci tentu harus penuh hati yang lembut dan gembira, tidak hanya beli parfum, maupun baju yang baru, tapi moral lebih utama. Oleh sebab itu kepada seluruh ibu muslim sedunia bersatulah, ingat apakah anak kita sudah berkewajiban puasa apa tidak ? Jika sudah yuk mulai dari sekarang persiapkan.

Bulan ramadhan bagi anak-anak harus kita kenalkan, mulai dari manfaat sampai tujuanya. Seperti kita mengenalkan gizi susu dan madu baik buat tubuh. Sebab pada bulan Ramadhan itu juga sedang memperbaiki hati dengan gizi kebaikan dan bribadah.

Dari bulan ramadhan anak-anak mempunyai kesempatan untuk belajar lebih mandiri, mulai belajar menahan hawa nafsu sampai pada tingkat pribadatan. Tidak hanya itu saja, banyak hal lainya lagi, seperti main musik tradisional dan tontonan kesenian keislaman yang biasanya di tunjukkan.

Intinya jadikan anak gembira didalam hal menyambut bulan suci Ramadhan…

Bulan suci adalah moment terbaik untuk merevolusi mental anak mau dijadikan apa? karena puasa adalah anjuran bagi kita semua untuk lebih kreatif dan imajinatif. Yuk perhatikan pada usia berapa anak itu di perintahkan untuk berpuasa?

Menurut banyak riwayat di wajibkannya anak untuk melakukan puasa sama halnya ketika anak sudah dianjurkan untuk melakukan shalat. Pada usia 10 tahun anak, sebagaimana sabda rasulullah :

“Perintahkan anak ketika ia sudah menginjak usia tujuh tahun untuk shalat. Jika ia sudah menginjak usia sepuluh tahun, maka pukullah ia (jika enggan shalat).” (HR. Abu Daud no. 494. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Sedangkan mengenai perintah mengajak anak-anak untuk berpuasa dapat dilihat dari riwayat berikut.

‘Umar radhiyallahu anhu berkata kepada seseorang yang mabuk-mabukkan di bulan Ramadhan, “Celaka engkau, perhatikanlah puasa anak-anak kita.” Lantas beliau memukulnya karena ia dalam keadaan mabuk. (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam kitab Shahihnya)

Imam Al Bukhari membawakan pula dalam kitab Shahihnya Bab “Puasanya anak kecil“. Lantas beliau membawakan hadits dari Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz. Ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang pada pagi hari di hari Asyura (10 Muharram) ke salah satu perkampungan Anshor, lantas beliau berkata,

Barangsiapa yang tidak berpuasa di pagi hari, maka hendaklah ia menyempurnakan sisa hari ini dengan berpuasa. Barangsiapa yang berpuasa di pagi harinya, hendaklah ia tetap berpuasa.” Ar Rubayyi’ berkata, “Kami berpuasa setelah itu. Dan kami mengajak anak-anak kami untuk berpuasa. Kami membuatkan pada mereka mainan dari bulu. Jika saat puasa mereka ingin makan, maka kami berikan pada mereka mainan tersebut. Akhirnya mereka terus terhibur sehingga mereka menjalankan puasa hingga waktu berbuka.” (HR. Bukhari no. 1960). Hadits ini menunjukkan bahwa hendaklah anak-anak dididik puasa sejak mereka kuat. Jika mereka ‘merengek’ ingin berbuka padahal belum waktunya, maka hiburlah mereka dengan mainan sehingga mereka terbuai. Akhirnya mereka nantinya bisa menjalankan puasa hingga waktu Maghrib.

Tapi untuk persiapan menyambut bulan ramadhan sebenarnya anak-anak yang belum balig atau belum pernah mimpi basah, sudah boleh di anjurkan untuk di latih berpuasa. Sekedar perkenalan, dan sampai berapa jam ia kuat bertahan. Jika dipaksa ia akan merusak pada kesehatannya.

Berikut penjelasanya : Ibnu Battol rahimahullah berkata, “Para ulama sepakat bahwa ibadah dan berbagai kewajiban tidaklah wajib kecuali jika seseorang sudah baligh. Namun mayoritas ulama menganjurkan agar anak dilatih berpuasa dan melakukan ibadah supaya nantinya mereka tidak meninggalkannya, dan terbiasa serta mudah melakukannya ketika sudah wajib nantinya.” (Syarh Al Bukhari, 7/125, Asy Syamilah)

Sekali lagi yuk jadikan bulan suci Rhamadan sebagai hari kasih sayang bunda pada anak-anak kita yang masih belum paham arti bulan suci, dari sekarang sangat dianjurkan untuk dikenali supaya tau kebesaran dan kekuasaan tuhan bahwa bulan ini penuh berkah, hingga anak kita lebih kreatif dan imajinatif. Karena bulan suci Ramadhan menyimpan banyak kesitimewaan yang harus digalih lebih dalam.