Hukum Wanita yang Suka Belanja

hukum belanja kukum belanja

Maraknya budaya perempuan dengan label suka belanja di planet bumi ini, menuai tanda tanya besar bagi banyak kalangan Adam (Lk). Seperti kebingungan seorang perempuan (Pr) melihat cowok merokok yang katanya tidak ada gunanya menghisap rokok.

Dari rasa penasaran itu kemudian melahirkan pertanyaan yang dalam bagi kalangan Lk, apa yang menjadi penyebab perempuan suka belanja barang-barang baru. Jawabanya hampir saja sama “ tidak tau.”

Katanya sie pokoknya pengen aja belanja, seperti takdir yang sudah tidak bisa ditolak, walaupun barang yang baru dibelih hanya dipakai sekali sampai dua kali, sehabis itu di gantung dalam rak, maupun lemari. Tidak peduli kemudian beras di dapur habis, atau menyita uang jajan anak untuk sekolah, pokoknya penampilan menarik.

Tapi jika kebiasaan itu terus dituruti maka pada dasarnya manusia tidak akan pernah puas, ia akan selalu menambah-dan bertambah lebih banyak lagi jika urusan belanja. katanya salah satu sumber perempuan yang saya wawancara, perempuan itu di kasih duit, Rp 200 ribu cukup, Rp, 500 juga sama, dan Rp, 1 juta juga habis.

Ada riwayat dari Ka’ab bin Malik Radhiyallahu ia berkata, “Rasulullah Shallahu’alaihi wa salim bersabda, “ Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah-tengah kumpulan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya.”

Hadis ini disahikan oleh at-Termidzi, ibu Hibban, dan lainnya. Jadi hadits ini terpercaya bahwa perempuan terkadang mengunakan rasa tamaknya daripada sisi malaikatnya yang cenderung tidak sombong, tidak suka pamer, dan menampakkan kemewahannya.

Tujuan dari belanja sebenarnya adalah untuk membuktikan bahwa seorang perempuan mempunyai daya seni kecantikan dan kebolehan didalam hal penampilan. Hal itu tidak dilarang oleh agama, kecuali belanja itu memang mempunyai tujuan yang baik pula.

Sebagaimana firman Tuhan :

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A‘raaf, 7: 31).

Dandan itu ada batasnya, ada adabnya yang benar, yaitu tidak boleh keluar rumah, boleh keluar jika berdua dengan pasanganya atau dapat restu.

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” (QS. Al-Ahzaab, 33: 33).

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata, “Arti ayat ini: janganlah kalian (wahai para wanita) sering keluar rumah dengan berhias atau memakai wewangian, sebagaimana kebiasaan wanita-wanita jahiliyah yang dahulu, mereka tidak memiliki pengetahuan (agama) dan iman. Semua ini dalam rangka mencegah keburukan (bagi kaum wanita) dan sebab-sebabnya” (Taisiirul Kariimir Rahmaan karya Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di).

Berikutnya yang jelas adalah tidak mengundang nafsu pada orang lain, jika selama itu kamu bisa menjaganya silahkan untuk seorang perempuan itu mengenakan apa saja.  Tidak boleh seorang pria melihat aurat pria lainnya, dan tidak boleh seorang wanita melihat aurat wanita lainnya” (Hadits shahih Riwayat Muslim, dari Abu Sa‘id al-Khudriy radhiyallaahu ‘anhu).

Hal itu juga diperkuat dengan firman tuhan :

Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka,atau wanita-wanita mereka, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.’” (QS. An-Nuur, 24: 31).

yang paling terakhir adalah pada intinya boleh belanja sepuasnya, apalagi katanya untuk bisa mengobati stres, jika tidak belanja bisa berujung pada kematian. Cuma ada syaratanya untuk wanita yang suka belanja, hendaknya memberikan pujian kepada Allah, dan meminta kebaikan dari apa yang dipakainya dan berlindung dari keburukanya.

Dari Abu Sa’id Al-khudri dia menceritakan, Jika rasulullah memakai baju senantiasa berdo’a :

“ Ya Allah, untuk-Mu segala puji, karena Engkau telah memberi pakainku dengannya. Aku mohon kebaikan dan kebaikan dari apa yang dibuat untuknya. Dan aku berlindung dari keburukannya dan dari aoa yang dibuat untuknya.”