Fiqih Wanita tentang Hukum Mandi Sehabis Hubungan Badan

mandi mandi

Jika kemudian ada seorang wanita yang mandinya lama sekali, itu wajar, jika ada wanita yang sering rebutan kamar mandi terlebih dahulu dari lelaki juga sangat wajar, dan kadang juga sangat menikmati sembari bernyani dikamar mandi juga wajar sekali. Karena mandi adalah hal lain yang sangat di sukai oleh seorang wanita, selain karena bersih mandi bagi seorang wanita adalah menjaga martabat sosialnya.

Kenyataan diatas memang sudah kehendak tuhan supaya wanita agar selalu tampil ceriah dan bersih, baik batin dan badan. Sebagaimana firman tuhan “ Dan Jika Kalian Junub Mandilah”. (Al-Ma’idah:6) Adapun firman yang lainya “ Janganlah Menghampiri Masjid, Sedangkan Kalian dalam Keadaan Junub, Terkecuali Sekedar Berlalu Saja, Sehingga Kalian Mandi.” (An-Nisa’ :43)

Jadi dalam firman tersebut dapat kita pahami secara harfiah bahwa tuhan tidak hanya menciptakan wanita hanya sekedar ujudnya yang cantik, tapi pesan moralnya adalah supaya perempuan harus selalu merawat segenap tubuhnya dengab baik sebagai bentuk rasa syukur, bahwa ia telah diciptakan dengan sebegitu sempurnanya. Kata Ahmad Dani “ Wanita adalah mahluk Tuhan yang Paling Seksi.” so ! Rawat dengan baik.

Bahkan seorang wanita setiap waktunya  dituntut untuk selalu suci dan menjaga dirinya supaya tetap tampil bersih dan sejuk di lihat mata. Seperti halnya sehabis melakukan hubungan badan, atau hal yang bisa membuat ia jauh dari kesucianya. Bahkan mandi dalam keseharian seorang wanita juga bisa mendekati pada rukun hukumnya. Mkanya wanita jangan telat mandi, sebelum dimandikan.

Bahkan ada sebagian ulama’ yang berpendapat “ jika seorang wanita tidak mampu memalingkan matanya pada selain suaminya, maka seorang wanita itu dituntut untuk membersihkan seluruh tubuhnya dengan air suci.” Artinya bisa saja mandi besar.

Ingat banyaknya perselingkuhan rumah tangga disebabkan karena istri tidak pernah mandi. Kusam, kulitnya kering, dan tak terlihat menawan. Hingga suami enggan untuk memeluknya. Oleh sebab itu bagi seorang wanita, rawatlah diri, jaga mandinya supaya hubungan suami istri tetap terawat dengan baik.

Kecuali suami bunda mantan anak MAPALA, pecinta alam, bahwa tidak mandi memang bagian dari kodratnya, ia hanya basah disaat sedang hujan turun saja.

Kembali pada pembahasan Rasulullah bersabda : “ Apabila dua kemaluan saling bersentuhan, maka telah diwajibkan atas keduanya untuk mandi (HR. Muslim). Apa itu mandi yang diperintahkan oleh nabi adalah, membasahi seluruh tubuh dengan air. Menetapkan niat dalam mandi ini merupakan hal yang wajib bagi laki-laki maupun wanita.

Anjuran tentang mandi banyak sekali pembahasan yang menguatkan supaya seorang wanita selalu dituntut menjadi seorang primadona yang selalu tampil ceriah dan meriah sepanjang waktu bagi pasanganya. Terutama mandi yang disebabkan oleh keluarnya mani yang paling penting.

Apa mani ? dalam ilmu medis dikenal dengan cairan kental yang menyembur dari kelamin laki-laki dan perempuan pada waktu ejakulasi. Tentu dzat mani sangat membuat menggangu aroma pada sekitar kita, kenapa kemudian kita sangat diwajibkan untuk mandi. Sebagaimana diriwatkan dalam hadits, bahwa Ummu Sulaiman pernah bertanya :

“ Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah Tidak malu terhadap kebenaran, (maka aku pun tidak malu untuk bertanya): Apakah wanita wajib mandi bila bermimpi ? Rasulullah menjawab ; ya, apabila ia melihat air mani setelah ia bangun.” (Muttafaqun Alaih)

Yang mewajibkan wanita mandi tidak hanya keluar mani, tapi sehabis melakukan hubungan badan. Tujuanya sederhana biar kelihatan lebih pugar saja, siapa tau sehabis itu karena yang istri belum keluar mani karena habis mandi suami tergoda lagi.

Untuk wanita sudah ada yang tau belum perbedaan mani laki-laki dan perempuan ? saya singgung bentar ya, biar tau wk wk…Air mani laki-laki itu berwarna putih kental, sedangkan bagi wanita berwarna  kuning dan encer. Nanti malam langsung praktek aja.

Bagaimana semisal keluar caiaran tidak disebabkan karena hubungan badan? Semisal sebab cuaca yang dingin tapi suami sedang keluar kota urusan kerjaan tiba-tiba keluar encer tapi bukan mani, tapi menyerupai mani? Apakah wajib mandi ?

Dalam hal ini ada dua pendapat, Abu Hanifa dan Imam Malik, jika terjadi hal demikian maka hukumnya tidak wajib mandi, tapi sunah jika mandi. Adapun pendapat yang lain dari iman Asy Syafi’i imamya orang Indonesia secara umum, “ Wajib Mandi.”

Pak Imam Asy Syafi’i berpegang erat pada hadits nabi yang mengatakan “ Apabila ia mengeluarkan air mani. Juga karena air mani yang keluar mewajibkan mandi, sebagaimana ketika  keluar mani pada saat sadarkan diri.”

Yang tidak kalah penting adalah, jika seorang istri di cumbu selain pada kemaluannya, lalu air mani sayang suami keluar mengenahi kemaluan istrinya, kemudian sang istri merasakan hal yang sama, maka sang istri berke-wajiban utuk mandi. Yuk bunda rajin-rajin yang mandi ya.