Etika ketika Masuk WC Buat Perempuan

Etika ke WC Etika ke WC

Apa yang anda pikirkan ketika sedang kebelet pipis atau disaat ingin buang air besar, mikir, atau langsung lari berbirit-birit cari kamar mandi? Biasanya memang begitu, ia lari sekencang mungkin, tak peduli presiden memanggilnya, pokonya jalan saja, kemudian merenung tanpa ada yang di pikir jika sudah ada didalam kamar mandi.

Bagi saya kenikmatan kedua setelah berkeluarga adalah bisa dengan sempurna buang air kecil dan air besar. Kenapa kenikmatan? sebab keduanya adalah jalur dan pelantara tuhan supaya tubuh setiap orang terkontrol lebih sehat dengan keluarnya penyakit bersama kotoran.

Hal itu sebagai bukti bahwa Islam mempunyai perhatian terhadap kebersihan dan kesucian serta pernghormatan yang diberikan Allah kepada manusia dan pembedaan dari hewan. Tujuan dari kepedulian itu sebenarnya supaya tidak ada lagi najis yang menempel pada kemaluan, dubur dan sekelilingnya. Agar dia merasa yakin, bahwa anggota tubuhnya benar-benar suci.

Jika tidak bersih sampai kapanpun wanita itu tidak menarik, lagian juga siapa yang mau lihat jika masih ada kotoran nempel pada kemaluanya. Setidaknya jika tidak dengan air islam mengajarkan menggunakan kain, kertas, batu atau segala sesuatu yang bisa membuat suci dan dapat di gunakan untuk menghilang najis.

Kenapa penting  menjaga kebersihan pada alat kemaluan perempuan ketika sedang buang air besar dan kecil, karena banyak penduduk alam kubur katanya disiksa karena tidak pernah bersih menjaga kebersihan kemaluanya.

Sebagaimana diriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa Rasulullah pernah berjalan melewati dua makam (kuburan), lalu beliau berkata :

“Sesungguhnya penghuni kedua makam itu sedang menjalani siksaan, Mereka berdua disiksa bukan karena pernah melakukan dosa besar. Salah seorang dari keduanya adalah orang yang selalu tidak bersih bersuci dari buang air kecil (Kencing), sedangkan yang kedua adalah orang yang suka mengadu-domba,” (HR.Al-Bukhari, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Baihaqi).

Menakutkan memang jika melihat riwayat diatas. Tapi islam sebagai jalan memang seharusnya memberikan solusi supaya jauh dari siksa kubur.

Pertama, hendaknya wanita Muslimah menghindarkan diri dari pemandangan dan pendengaran orang lain (yang mengandung syahwat), sehingga tidak menggangu mereka dengan suara-suara, bauh tidak enak serta pandangan yang buruk. Yang penting juga adalah, hendaknya perempuan Muslimah menutupi diri.

Etika ini langsung diajarkan langsung oleh nabi dalam kitab Sunan Abu Dawud : “ bahwa apabila hendak buag air besar, Rasulullah pergi jauh sehingga tidak dapat dilihat oleh seorang,” (HR.Abu Dawud).

Kedua, tentu berdoa sebelum masuk WC,  diriwayatkan dari Sa’id bin Manshur, dia mengatakan bahwa ketika hendak memasuki WC, seorang wanita Muslimah dianjurkan untuk membaca do’a dan tidak mengankat terlalu tinggi mengangkat  bajunya.

Tujuan doa’ adalah supaya bisa membuat tubuh atau kemaluan perempuan tidak di intip oleh syetan. Adapun etika yang lebih praktis adalah, ketika keluar dari WC, hendaklah mendahulukan kaki kanan, dan dilarang bersuci dengan mengunakan tangan kanan.

Ketiga, tidak mengucapkan segala hal yang terdapat padanya Nama Allah. Dari Anas bin malik, ia menceritakan: “ Apabila Nabi memasuki tempat buang air besar (Wc), beliau selalu menanggalkan cincinnya,” (HR.Al-Baihaqi dan Al-Hakim).

Keempat, dilarang berisik. Jadi ini perhatian keras buat perempuan baik balita, gadis, perawan, sampai janda sekalipun, jika sedang lagi buang air besar dan kecil. Tidak boleh jawab adzan juga menjawab salam.

Ada cerita lucu pada masa nabi, “ Ada seorang yang melewati Nabi yang pada saat itu beliau sedang buag air kecil, lalu orang tersebut mengucapkan salam kepada beliau tetapi beliau tidak menjawabnya.” HR. Jamaah, kecuali Al Bukhari)

Aku yakin Nabi waktu itu bilang, orang boker kok manggil-manggil…!!