Cara Mandi yang Benar Bagi Perempuan yang Sedang Haid atau Junub

mandi sehat mandi junub

Haid dan Junub adalah suatu yang sering melekat pada seorang perempuan. Junub bisa di lakukan tiap malam bahkan bisa lebih,  adapun jika haid perbulan sekali satu pekan. Maka penting bagi perempuan melakukan mandi wajib setelah usai keduanya supaya bisa menjaga kesehatan tubuhnya.

Mandi tidak hanya sekedar membasahi badan, mandi yang baik yang telah diatur oleh agama ada tekniknya tersendiri. Salah jika ada orang yang bilang agama hanya sebatas fiksi. Sebab agama sudah dengan baik juga mengaturnya bagi perempuan yang sedang haid atau junub? Berikut penjelasanya.

Yang pertema, tentu jika mau mandi harus selalu membaca do’a sesuai dengan keyakinan masing-masing. tapi untuk perempuan muslim membaca basmalah, dengan niat menghilangkan hadats besar melalui mandi, selanjutnya membasuh kedua tangan tiga kali. Tujuanya terlindungi dari syetan, dan membasahi semua dalam sela-sela tangan.

Kedua, berikutnya membersihkan kotoran yang terdapat pada kemaluan seorang perempuan, pastikan bahwa kemaluanya sudah bersih, tidak ada sisah bercak darah maupun sperma yang melekat supaya tidak menjadi kuman.

Bahkan perintah itu sangat di sunnahkan, dengan membawa kapas, atau potongan kain untuk membilas tempat keluarnya darah, bahkan juga di anjurkan disabun, atau diberikan pembersih yang harum tapi tidak perih. Jangan sampai disemprot sama parfum yang beralkohol, itu sedikit berbahaya.

Ada dalilnya, gini hadits yang diriwayatkan dari Asma’ :” hendaklah salah seorang di antara kalian mengambil daun bidara dan air, kemudian bersuci denganya sebanyak mungkin. Setelah itu menyiramkan air ke kepala, dan memijitnya dengan kuat, sehingga meresap sampai kulit kepala. Lalu menyiramkan air ke seluruh tubuhnya dan setelah itu mengambil potongan kain yang diberi parfum. Kemudian mempergunakanya untuk bersuci.” (HR. Muslim)

Ketiga, Berwudhu seperti ketika hendak mengerjakan shalat. Jadi jika perempuan yang mengalami dua kejadian rutin itu maka  sangat dianjurkan juga untuk bersuci setelah itu di ikat dengan berwudhu. Mungkin tujuanya supaya bisa membuat muka kita lebih cerah dan bersinar kembali seperti semula sebagaimana banyak orang muslim meyakininya.

Keempat, cara mandi yang benar dan sehat setelah haid dan junub adalah membasuh kepala dan kedua telinga sebanyak tiga kali. Supaya semua seluru badan bisa terkena percikan air dengan sempurna. Karena mandi wajib hukumnya harus selalu basah keseluruh badan, sebab itu maka harus hati-hati supaya tidak batal mandinya.

Seperti halanya haid yang tujuanya untuk memperbaiki segalah penyakit pada rahim dan organ tubuh perempuan, maka seluruh produksi yang dibuat dalam tubuh juga bisa berdampak pada seluru badan luar, hingga dengan ini kenapa seluru badan seorang perempuan harus basah total, supaya penyakitnya hilang.

sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah, di mana dia pernah menceritakan : “Apabila Rasulullah SAW hendak mandi janabah beliau memulai dengan membasuh kedua telapak tangan sebelum beliau memasukkanya ke dalam bejana. Kemudian beliau membasuh kemaluan dan berwudhu sebagaimana hendak melaksanakan shalat, lalu beliau menyela-nyela rambutnya dengan air. Setelah itu, beliau menyiram kepalanya tiga kali dan menyiramkan air kepada seluruh tubuhnya.” (HR.Turmidzi dan beliau menshahikannya).

Kelima, seorang perempuan muslim di tuntut untuk menguraikan rambut ketika mandi. Berkenaan dengan kewajiban menguraikan rambut dan membasahi apa yang berada di tubuh dalam mandi haid dalam hal ini terdapat dua pendapat, yaitu ; pertama pendapat imam Asyafi’i yang mewajibkan untuk mengurai rambut ketika mandi. Pendapat itu di dasarkan pada pendapat Nabi :

“segala sesuatu yang berada di bawah rambut terdapat wajib janabahnya. Karena itu, basahilah rambut  dan bersikanlah kulit.” (HR. Abu Dawud). Katannya rambut itu tumbuh ditempat yang harus dibasuh, maka wajib untuk membasuhnya. Adapun pendapat kedua dari iman abu hanifah yang tidak mewajibkannya, karena nabi pernah bersabda : “cukup bagimu mengguyur kepala sebanyak tiga kali.