Benarkah Alasan Sex Perempuan Sering Marah-Marah disaat Sedang Haid?

Hal yang mengerikan dalam hidup adalah menyulut api kemarahan dalam rumah tangga selain ketakutan pada siksa api neraka. Pertikain rumah tangga bisa disebabkan dua hal, tanggal tua, dan dimasa istri sedang haid dipertengahan bulan.

Peristiwa itu adalah niscaya yang akan selalu datang setiap bulan yang tidak bisa dihindari. jika persoalan akhir bulan bisa  kitas siasati dengan kasih sayang, dan ilmu sabar dan tawakkal. Tapi urusan masa haid adalah bumerang hidup buat pria. Jika boleh ngeluh sangat susah sekali mencari jalan keluar yang tepat. rayuan tidak mempan, dibelikan bakso klenger tidak mempan, apalagi di iringi dengan dendang uang yang tidak cukup akhir bulan, merinding pokoknya.

Setelah ditelusuri ulang dari analisis yang sangat mendalam kemudian penulis menemukan sedikit jawaban atas permasalah kenapa wanita sering uring-uring ketika sedang haid? Ternyata penyebabnya sangat mendasar, karena ada larangan “ dilarang Bersenggama di saat sedang haid.”

Bagi perempuan sakitnya haid dan larangan sex sama beratnya. karena rasa sakit yang tidak diimbangi dengan rasa kasih sayang itu sama halnya dengan penghianatan.

Saya wawancara kepada banyak teman saya, baik dikantor maupun diluar, memastikan jika kejadian itu memang seperti demikian. Ternyata benar bahwa alasan yang mendasar ketika ditanya alasan perempuan sering marah-marah disaat sedang haid jawabanya nyaris sama, “ Rasa Sakit.“

Kemudian rasa sakit itu diderita berapa hari, bisa sampai 1 minggu lamanya, disaat seperti itu ia merasa sangat sendiri, karena seorang perempuan haram dibelai dan disentuh oleh pasanganya. Padahal pada dasarnya perempuan yang sedang sedih tidak boleh ditinggak sendiri, seperti janji sebelum menikah, “ aku tanpamu sayang, bagaikan nasi kucing tanpa garam. Hambar !!!”

Sebagaimana firman tuhan  sebagai penegasan:

“ karena itu, hendaklah kalian menjauhkan diri dari mereka pada waktu  haid dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum benar-benar suci.” (Al-baqarah : 228).

Penafsiran hal itu yang kemudian menjadi ketakutan seorang suami untuk menjahui perempuan yang sedang haid, karena dia takut masuk neraka, daripada tuhanya. Padahal tiada tuhan selain Allah, yang berhak disembah dan ditakuti.

Apa yang lebih penting bagi seorang perempuan yang sedang sakit haid adalah ia butuh perhatian lebih, dan kasih sayang yang tidak biasa. Jadi seorang lelaki harus selalu lebih pekah dan tahu bahwa kebutuhan biologis yang menjadi peredah amarah perempuan itu tidak bisa dilakukan maka dianjurkan untuk menggantinya dengan kegiatan lain yang menyerupai.

Tujuanya tidak lain adalah supaya perempuan tidak melakukan tindakan anarkis dalam rumah tangga, yaitu intimidasi pada anak, lempar piring di dapur, dan ancaman pada suami. Maka diperbolehkan seorang suami bercumbu dengan istri yang sedang haid, akan tetapi tidak boleh bersetubuh dengannya.

Belai semua seluruh tubuhnya, jika perlu mulai dari ujurng rambut kepala sampai pada kakinya, pastikan sampai ia tidak merasakan sakit kecuali kenikmatan, supaya ia tidak meluapkan amarah yang kemudian menyulut api kemarahan.

Pastikan cumbuhan itu jangan sampai kebablasan hal yang menyebabkan ketemunya dua alat kemaluan. Karena bersenggama adalah hal yang sangat diharamkan. Imam Ahmad memperbolehkan bercumbu pada bagian diatas pusar dan di bawah lutut. Sementara Imam Malik, Imam Asyafi’i dan imam Abu hanifa mengatakan : “ hal itu tidak diperbolehkan, karena Aisyah pernah menceritakan, bahwa Rasulullah pernah menyuruhku memakai kain sarung dan akupun memakainya. Lalu beliau mencumbuiku, sedangkan aku dalam keadaan haid.” (HR, Al-Bukhari dan Muslim). Juga dari abdullah Bin Sa’ad Al Anshari, dimana ia perna bertanya kepada Rasulullah, tentang bagian mana yang boleh dilakukan terhadap istri yang sedang haid? Beliau menjawab : “Apa yang berada di atas kain ” (HR.Baihaqi).

Lantas bagaimana dengan yang sedang jomblo, jika haid siapa yang akan mencumbuhi dia? Apakah perlu sewa orang atau gimana? Ya jawabanya cepat nikah itu saja.